Kyai Ageng Tunggul Wulung
Kyai Ageng Tunggul Wulung adalah seorang Pangeran dari Keraton Yogyakarta yang meninggalkan keraton untuk menyempurnakan olah batinnya. Beliau menuju kearah barat daya,ke desa Ndiro (Beji) Kelurahan Kebon Agung Kec. Minggir Kab. Sleman untuk tempat tinggal.
Untuk bertapa dipilihlah tempat yaitu di Desa Tengahan, Kel. Kebon Agung Kab. Sleman Propinsi DI.Yogyakarta,tepatnya di pinggir sungai Progo seberang Timo. Sebelum wafat beliau minta dimakamkan di tempat bertapa tersebut. Untuk bertapa sebelum menetap di Desa Tengahan beliau pernah bertapa di Banjarnegara dengan pengawalan:
1. Wiroyudo
2. Wirorojo
3. Wirokromo dan masih ada yang lain lagi.
Beliau pernah juga Bertapa di Cilacap (Tepatnya di belakang Lapangan Tunggul Wulung sekarang). Nama Beliau tidak menggunakan nama pangeran, tetapi menggunakan nama lain: Seperti nama yang telah banyak dikenal orang yaitu Tunggul wulung (kyai Ageng Tunggul Wulung). Dari ketiga tempat tersebut semuanya nama yang lebih dikenal adalah Tunggul Wulung.
Nama tunggul wulung yang tidak berkaitan dengan nama beliau antara lain :
- Tunggul wulung di Metaram : Adalah nama Kayu yang di keramatkan.
- Kiai Ibrahim Tunggul Wulung: Seorang penginjil Pribumi Jawa.
- Tunggul Wulung di Gunung Kelud: Adalah Kyai Daka senopatinya Raja Jayoboyo.
Dan masih ada lagi nama-nama yang sama tetapi berbeda latar belakang dan berbeda makna. Nama yang asli dari EYANG KYAI AGENG TUNGGUL WULUNG tentu pasti ada, dan yang bisa mengerti dengan jelas tentulah Trah ( keturunan ) yang mempunyai kedekatan khusus dan sejarah yang real/nyata runtut dapat dipertanggung jawabkan, baik secara lisan, tulisan, dan kasunyatan. Beliau adalah EM. Djoko Mursodo (Pemimpin Padepokan di Cipanas).
Ket: Pusaka beliau sebagian disimpan di keraton Yogyakarta, sebagian lagi ada pada EM. Djoko Mursodo dan ada juga di keluarga yang lain.
Kami tak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada sederek-sederek yang telah bersedia untuk Merasa memiliki, menyedulur kepada Eyang Kyai Tunggul Wulung yang memang Keturunan beliau Jumlahnya sangat banyak (mencapai ribuan ) orang, tak lupa pula kepada beberapa Juru kunci yang Telah jerih payah untuk bertahan merawat dan menghidupkan petilasan (makam Kyai Ageng.Tunggul Wulung).

Ada berapa orang Putra dan Putri Beliau dan sebutkan namanya serta di mana makam putra putri Beliau ?
BalasHapusBagaimana dengan adanya kisah ini ?
BalasHapusSEKILAS KISAH KI AGENG TUNGGUL WULUNG
Makam Ki Ageng Tunggul Wulung berada Dusun Dukuhan Sendang Agung Minggir Sleman.
Berdasar sejarahnya, pada masa Kerajaan Majapahit Beliau sebagai Senopatai, Beliau keturunan penguasa Majapahit.
Beliau pada masa Majapahit bergelar Senopati Sabdojati Among Rogo.
Ki Ageng Tunggul Wulung Tampil sebagai Kesatria melawan Kaum Pemberontak tersebut dan ALHAMDULILLAHI RABBIL ‘AALAMIIN dalam peperangan tersebut pihak pasukan Kearton Yogyakarta yang dibantu Ki Ageng Tunggul Wulung memperoleh kemenangan dalam menumpas kaum pemberontak tersebut. Saat terjadinya peperangan tersebut bersamaan pula Isteri Beliau yang bernama Raden Ayu Gadung Mlati sedang hamil mengandung anak Beliau yang nomor 2 yang setelah lahir diberi nama Isma’il.
Setelah selesai peperangan Ki Ageng Tunggul Wulung beserta keluarga dan masyarakat setempat menjalani kehidupan sebagaimana biasa dalam keadaan normal.Namun demikian, semua yang ada di muka bumi, yang ada di dunia ini semuanya adalah makhluq ciptaan Allah swt, semuanya tidak akan terlepas dari Kekuasaan dan kehendak Allah swt. Kesaktian apapun yang dimiliki manusia, bila manusia telah sampai ajalnya, maka manusia pasti meninggalkan kemewahan dan kesenangan hidup ini, Isteri dan anak-anak yang disayang dan dibanggakan pasti berpisah dan ditinggalkan, harta yang melimpah tidak akan dibawa mati. Ki Ageng Tunggul Wulung meninggal dunia seperti meninggalnya manusia pada umumnya (bukan mukswa). Beliau dipanggil oleh Allah swt untuk menghadap kehadirah Allah swt. Sebesar atau sekecil apapun amal shalih manusia, sebesar atau sekecil apapun jasa kebaikan atau keburukan manusia pasti tidak akan terlepas dari pertanggungjawaban dan akan akan memperoleh balasan di hadapan Allah swt sebagai satu-satunya hakim Yang Maha Adil, Yang Maha Besar dan Maha Bijaksana. Semoga Almarhum mendapatkan Ridha dan Rahmat Allah swt, aamiin yaa Rabbal’aalamiin. Demikian juga Istyeri Beliau yang bernama Raden Ayu Gadung Melati meninggalnya seperti meninggalnya manusia biasa (bukan mukswa).
Dari versi Keturunan Ki Ageng Tunggul Wulung yang berada di Jawa Timur Ki Ageng Tunggul Wulung beranak 4 orang yaitu : 1. Juwa Iko (laki-laki); 2. Isma’il (laki-laki); Natu (perempuan); 4. Warso (laki-laki).
Selanjut ketiga anak Beliau (Juwa Iko, Isma’il, Natu) akhirnya menetap di Desa Wanengpaten Gampengrejo Kediri Jawa Timur sampai dengan meninggal dunia dan dimakamkan disana.
Juwa Iko memiliki anak diantaranya H. Mukthi.
Demikian juga Isma’il mendapatkan berkah sekaligus amanah dari Allah, diantara anaka Isma’il yang bernama H. Hasan yang kemudian bersama masyarakat Wanengpaten Gampengrejo Kediri mendirikan masjid dan Madrasah Ibtida’iyah, Pondok Pesantren di desa tersebut, sampai sekarang masih ada dan berfungsi. Masjid dan dan Madrasah Ibtidaiyah di Desa Wanengpaten tersebut bernama Miftahul Huda.
Keturuan Isma’il bin Ki Ageng Tunggul Wulung sangat banyak di Wanengpaten Gampengrejo Kediri yang selanjutnya menyebar/ada yang pindah menetap di berbagai daerah di Indonesia.
Demikian, sekilas kisah Ki Ageng Tunggul Wulung yang sangat singkat ini, Insya’ Allah akan ada penyempurnyaan yang lebih lengkap.
Kisah ini ditulis bertujuan sekedar untuk memberikan masukan supaya tidak terjadi pengkultusan individu kepada Almarhum dan steri Beliau maupun Keturunan Beliau, dana supaya Keturunan Beliau tidak bersikap bangga dengan mengetahui bahwa dirinya adalah Keturunan Ki Ageng Tunggul Wulung, Manusia itu sebaiknya bersikah sedetrhana dan bersyukur kepada Allah swt atas apapun dan berapapun nikmat yang telah diberikan oleh Allah swt kepadanya.
Al Marhum Ki Ageng Tunggul Wulung dan Isterinya tidak perlu dikultuskan, dilebih-lebihkan, supaya bersikap biasa saja dalam menghormati jasa siapapun, yang bisa diambil dari seseorang baik yang masih hidup/sudah meninggal dunia adalah mengambil sisi yang baik yang benar saja untuk diajadi cermin generasi penerusnya atau kita yang ada pada saat ini.
Silakan dikoreksi, diperbaiki, disempurnakan, DAN MINTA MAAF ATAS KEKELIRUAN DALAM TULISAN INI.
KI AGENG TUNGGUL WULUNG ADALAH KETURUNAN ADAM AS AS DAN HAWA RADHIYALLAAHU'ANHUM ALLAAHU YARHAMHUM, MENURUT KISAH : KI AGENG TUNGGUL WULUNG WAKTU ITU BERTEMPAT TINGGAL DI WILAYAH KERAJAAN YOGYAKARTA YANG SEKARANG DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. TENTANG PERJALANAN HIDUP BELIAU YANG SEBENARNYA, YANG SEBENARNYA PALING TAHU ADALAH ALLAAH SUBHAANAHU WATA'AALAA (SWT), ALLAAHU A'LAM ASHSHAWAAB. MINTA MAAF ATAS ADANYA PERBEDAAN ATAU KESALAHAN.
BalasHapusFirman Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa dalam Al-Qur’an:
BalasHapusSurat An-Nisa’ ayat 36:
۞وَٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَلَا تُشۡرِكُواْ بِهِۦ شَيۡٔٗاۖ وَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَٰنٗا وَبِذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡيَتَٰمَىٰ وَٱلۡمَسَٰكِينِ وَٱلۡجَارِ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡجَارِ ٱلۡجُنُبِ وَٱلصَّاحِبِ بِٱلۡجَنۢبِ وَٱبۡنِ ٱلسَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُكُمۡۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخۡتَالٗا فَخُورًا ٣٦
36. Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.
Surat An-Nisa’ ayat 117:
إِن يَدۡعُونَ مِن دُونِهِۦٓ إِلَّآ إِنَٰثٗا وَإِن يَدۡعُونَ إِلَّا شَيۡطَٰنٗا مَّرِيدٗا ١١٧
117. Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah berhala, dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah syaitan yang durhaka.
Surat An-Nisa’ ayat 115:
وَمَن يُشَاقِقِ ٱلرَّسُولَ مِنۢ بَعۡدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ ٱلۡهُدَىٰ وَيَتَّبِعۡ غَيۡرَ سَبِيلِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ نُوَلِّهِۦ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصۡلِهِۦ جَهَنَّمَۖ وَسَآءَتۡ مَصِيرًا ١١٥
115. Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali
Surat An-Nalu ayat 20 dan 21:
وَٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَا يَخۡلُقُونَ شَيۡٔٗا وَهُمۡ يُخۡلَقُونَ ٢٠ أَمۡوَٰتٌ غَيۡرُ أَحۡيَآءٖۖ وَمَا يَشۡعُرُونَ أَيَّانَ يُبۡعَثُونَ ٢١
20. Dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah, tidak dapat membuat sesuatu apapun, sedang berhala-berhala itu (sendiri) dibuat orang
21. (Berhala-berhala itu) benda mati tidak hidup, dan berhala-berhala tidak mengetahui bilakah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan
Surat An-Nahlu ayat 23:
لَا جَرَمَ أَنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعۡلِنُونَۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُسۡتَكۡبِرِينَ ٢٣
23. Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong
Surat Al-Ikhlash ayat 1 sampai dengan 4:
قُلۡ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ١ ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ٢ لَمۡ يَلِدۡ وَلَمۡ يُولَدۡ ٣ وَلَمۡ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدُۢ ٤
1. Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu
3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan
4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia"
Surat An-Nahlu ayat 51 sampai dengan ayat 53:
۞وَقَالَ ٱللَّهُ لَا تَتَّخِذُوٓاْ إِلَٰهَيۡنِ ٱثۡنَيۡنِۖ إِنَّمَا هُوَ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞ فَإِيَّٰيَ فَٱرۡهَبُونِ ٥١ وَلَهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلَهُ ٱلدِّينُ وَاصِبًاۚ أَفَغَيۡرَ ٱللَّهِ تَتَّقُونَ ٥٢ وَمَا بِكُم مِّن نِّعۡمَةٖ فَمِنَ ٱللَّهِۖ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ ٱلضُّرُّ فَإِلَيۡهِ تَجَۡٔرُونَ ٥٣
Surat An-Nisa’ayat 48:
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغۡفِرُ أَن يُشۡرَكَ بِهِۦ وَيَغۡفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُۚ وَمَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفۡتَرَىٰٓ إِثۡمًا عَظِيمًا ٤٨
Artinya: . Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.
Surat Luqman ayat 12-17
BalasHapus\وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَا لُقۡمَٰنَ ٱلۡحِكۡمَةَ أَنِ ٱشۡكُرۡ لِلَّهِۚ وَمَن يَشۡكُرۡ فَإِنَّمَا يَشۡكُرُ لِنَفۡسِهِۦۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٞ ١٢ وَإِذۡ قَالَ لُقۡمَٰنُ لِٱبۡنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَيَّ لَا تُشۡرِكۡ بِٱللَّهِۖ إِنَّ ٱلشِّرۡكَ لَظُلۡمٌ عَظِيمٞ ١٣ وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ وَهۡنًا عَلَىٰ وَهۡنٖ وَفِصَٰلُهُۥ فِي عَامَيۡنِ أَنِ ٱشۡكُرۡ لِي وَلِوَٰلِدَيۡكَ إِلَيَّ ٱلۡمَصِيرُ ١٤ وَإِن جَٰهَدَاكَ عَلَىٰٓ أَن تُشۡرِكَ بِي مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٞ فَلَا تُطِعۡهُمَاۖ وَصَاحِبۡهُمَا فِي ٱلدُّنۡيَا مَعۡرُوفٗاۖ وَٱتَّبِعۡ سَبِيلَ مَنۡ أَنَابَ إِلَيَّۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرۡجِعُكُمۡ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ١٥ يَٰبُنَيَّ إِنَّهَآ إِن تَكُ مِثۡقَالَ حَبَّةٖ مِّنۡ خَرۡدَلٖ فَتَكُن فِي صَخۡرَةٍ أَوۡ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ أَوۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ يَأۡتِ بِهَا ٱللَّهُۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٞ ١٦ يَٰبُنَيَّ أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ وَأۡمُرۡ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَٱنۡهَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَٱصۡبِرۡ عَلَىٰ مَآ أَصَابَكَۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنۡ عَزۡمِ ٱلۡأُمُورِ ١٧
12. Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji"
13. Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar"
14. Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu
15. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan
16. (Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui
17. Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)
Surat Luqman ayat 12-17
BalasHapus\وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَا لُقۡمَٰنَ ٱلۡحِكۡمَةَ أَنِ ٱشۡكُرۡ لِلَّهِۚ وَمَن يَشۡكُرۡ فَإِنَّمَا يَشۡكُرُ لِنَفۡسِهِۦۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٞ ١٢ وَإِذۡ قَالَ لُقۡمَٰنُ لِٱبۡنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَيَّ لَا تُشۡرِكۡ بِٱللَّهِۖ إِنَّ ٱلشِّرۡكَ لَظُلۡمٌ عَظِيمٞ ١٣ وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ وَهۡنًا عَلَىٰ وَهۡنٖ وَفِصَٰلُهُۥ فِي عَامَيۡنِ أَنِ ٱشۡكُرۡ لِي وَلِوَٰلِدَيۡكَ إِلَيَّ ٱلۡمَصِيرُ ١٤ وَإِن جَٰهَدَاكَ عَلَىٰٓ أَن تُشۡرِكَ بِي مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٞ فَلَا تُطِعۡهُمَاۖ وَصَاحِبۡهُمَا فِي ٱلدُّنۡيَا مَعۡرُوفٗاۖ وَٱتَّبِعۡ سَبِيلَ مَنۡ أَنَابَ إِلَيَّۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرۡجِعُكُمۡ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ١٥ يَٰبُنَيَّ إِنَّهَآ إِن تَكُ مِثۡقَالَ حَبَّةٖ مِّنۡ خَرۡدَلٖ فَتَكُن فِي صَخۡرَةٍ أَوۡ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ أَوۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ يَأۡتِ بِهَا ٱللَّهُۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٞ ١٦ يَٰبُنَيَّ أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ وَأۡمُرۡ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَٱنۡهَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَٱصۡبِرۡ عَلَىٰ مَآ أَصَابَكَۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنۡ عَزۡمِ ٱلۡأُمُورِ ١٧
12. Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji"
13. Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar"
14. Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu
15. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan
16. (Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui
17. Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)
Surat al Ikhlash ayat 1 sampai dengan ayat 4
BalasHapusقُلۡ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ١ ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ٢ لَمۡ يَلِدۡ وَلَمۡ يُولَدۡ ٣ وَلَمۡ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدُۢ ٤
Translate/terjemah:
1. Say: He, Allah, is One.
2. Allah is He on Whom all depend.
3. He begets not, nor is He begotten.
4. And none is like Him.
1. Mərhəmətli, rəhmli Allahın adı ilə
Minta maaf komentar sebelumnya ada salah tulis,ini semoga yang benar:
BalasHapusSurat al Ikhlash ayat 1 sampai dengan ayat 4
قُلۡ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ١ ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ٢ لَمۡ يَلِدۡ وَلَمۡ يُولَدۡ ٣ وَلَمۡ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدُۢ ٤
Translate/terjemah:
1. Say: He, Allah, is One.
2. Allah is He on Whom all depend.
3. He begets not, nor is He begotten.
4. And none is like Him.
1.Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu
3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan
4. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".
Ki Ageng Tunggul Wulung, nama Beliau yang sebenarnya adalah hanya Allah yang Maha Tahu, Allah yang paling tahu siapa sebenarnya Ki Ageng Tunggul Wulung, apa perjuangan, langkah-langkah dan jasanya, yang paling tahu hanyalah Allah SWT.
BalasHapusKi Ageng Tunggul Wulung, nama Beliau yang sebenarnya adalah hanya Allah yang Maha Tahu, Allah yang paling tahu siapa sebenarnya Ki Ageng Tunggul Wulung, apa perjuangan, langkah-langkah dan jasanya, yang paling tahu hanyalah Allah SWT.
BalasHapusNduwurku lagi mendem dalil apa ya? Btw, di desa Kalilandak Purworejo Klampok Banjarnegara (desa ini Saia) ada petilasan beliau dan sangat kami hormati untuk tabarukan.
BalasHapusMengharap ( Tabarrukan ilas Allaahu Azzaa wa Kalla ) saja. assalamu'alaikum wa rahmatullaahi wabarakaatuh.
BalasHapusMengharap Barokah kepada Allah ( Tabarrukan ilaa Allaahu Azzaa wa jalla ) saja. assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wabarakaatuh.
BalasHapusMengharap Barokah hanya kepada Allah ( Tabarrukan ilaa Allaahu Azzaa wa Jalla ) saja. assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wabarakaatuh.
BalasHapusMengharap Barokah hanya kepada Allah ( Tabarrukan ilaa Allaahu Azzaa wa Jalla ) saja. assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wabarakaatuh.
BalasHapusMengharap ( Tabarrukan ilas Allaahu Azzaa wa Kalla ) saja. assalamu'alaikum wa rahmatullaahi wabarakaatuh.
BalasHapusMenghormati kebenaran yang haqiqi dari Allah SWT itu wajib.
BalasHapusMenghormati kebenaran yang haqiqi dari Allah SWT itu wajib.
BalasHapusMenghormati kebenaran yang haqiqi dari Allah SWT itu wajib.
BalasHapusWaduh pak Abdullah.....
BalasHapusEdisi revisi
BalasHapusSEKILAS KISAH KI AGENG TUNGGUL WULUNG
Makam/petilasan Ki Ageng Tunggul Wulung Dukuhan Sendangagung Minggur Sleman. Pada masa Majapahit Beliau sebagai Senopati Sabdojati Amobgrogo. Kami menghormati pendapat yang menyatakan Beliau itu Bangsawan dari Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat.
Ki Ageng Tunggul Wulung sebagai Kesatria melawan Pemberontak dan ALHAMDULILLAHI RABBIL ‘AALAMIIN dalam peperangan itu pihak Keraton Yogyakarta yang dibantu Ki Ageng Tunggul Wulung memperoleh kemenangan dalam menumpas kaum pemberontak. Saat terjadi peperangan bersamaan pula Isteri Beliau sedang hamil anak Beliau yang nomor 2 yang setelah lahir diberi nama Isma’il.
Selesai peperangan Ki Ageng Tunggul Wulung beserta keluarga dan masyarakat setempat menjalani kehidupan sebagaimana biasa dalam keadaan normal. Namun demikian, semua yang ada di muka bumi, semuanya makhluq Allah, semuanya tidak akan terlepas dari Kekuasaan dan kehendak Allah, Kesaktian apapun yang dimiliki manusia, bila manusia telah sampai ajalnya, maka manusia pasti meninggalkan kemewahan dan kesenangan hidup ini, Ki Ageng Tunggul Wulung meninggal dunia. Beliau dipanggil oleh Allah swt untuk menghadap kehadirah Allah swt. Sebesar atau sekecil apapun amal shalih manusia, sebesar atau sekecil apapun jasa kebaikan atau keburukan manusia pasti tidak akan terlepas dari pertanggungjawaban dan akan akan memperoleh balasan di hadapan Allah swt sebagai satu-satunya hakim Yang Maha Adil, Yang Maha Besar dan Maha Bijaksana. Semoga Brliau mendapatkan Ridha dan Rahmat Allah aamiin yaa Rabbal’aalamiin. Demikian juga Isteri Beliau yang bernama Raden Ayu Gadung Melati meninggalnya seperti meninggalnya manusia biasa (bukan mukswa).
Dari versi Keturunan Ki Ageng Tunggul Wulung yang berada di Jawa Timur Ki Ageng Tunggul Wulung beranak 4 orang yaitu : 1. Juwa Iko (laki-laki); 2. Isma’il (laki-laki); Natu (perempuan); 4. Warso (laki-laki).
Selanjut ketiga anak Beliau (Juwa Iko, Isma’il, Natu) akhirnya menetap di Desa Wanengpaten Gampengrejo Kediri Jawa Timur sampai dengan meninggal dunia dan dimakamkan disana.
Juwa Iko memiliki anak diantaranya H. Mukthi.
Demikian juga Isma’il mendapatkan berkah sekaligus amanah dari Allah, diantara anak Isma’il yang bernama H. Hasan yang kemudian bersama masyarakat Wanengpaten Gampengrejo Kediri mendirikan masjid dan Madrasah Ibtida’iyah, Pondok Pesantren di desa tersebut, sampai sekarang masih ada dan berfungsi. Masjid dan dan Madrasah Ibtidaiyah di Desa Wanengpaten tersebut bernama Miftahul Huda. Dan kami Menghormati kepada yang menyatakan memiliki hubungan silsilah ketunan/Trah, Baniy Ki Ageng Tunggul Wulung dari selain ke empat putra-putri Beliau yang Kami ketahui.
Keturunan Ki AgengTunggul Wulung saat ino tersebar di berbagai Daerah, Provinsi di seluruh NKRI dan ada yang di Luar Negeri.
Demikian, sekilas kisah Ki Ageng Tunggul Wulung yang sangat singkat ini, Insya’ Allah akan ada penyempurnyaan yang lebih lengkap.
Kisah ini ditulis bertujuan sekedar untuk memberikan masukan supaya tidak terjadi pengkultusan individu kepada Almarhum dan steri Beliau maupun Keturunan Beliau, dan supaya Keturunan Beliau tidak bersikap bangga dengan mengetahui bahwa dirinya adalah Keturunan Ki Ageng Tunggul Wulung, Manusia itu sebaiknya bersikap sederhana dan bersyukur kepada Allah swt atas apapun dan berapapun nikmat yang telah diberikan oleh Allah swt kepadanya.
Ki Ageng Tunggul Wulung dan Isterinya tidak perlu dikultuskan, dilebih-lebihkan, supaya bersikap biasa saja dalam menghormati jasa siapapun, yang bisa diambil dari seseorang baik yang masih hidup/sudah meninggal dunia adalah mengambil sisi yang baik yang benar saja untuk diajadi cermin generasi penerusnya atau kita yang ada pada saat ini.
Silakan dikoreksi, diperbaiki, disempurnakan, DAN MINTA MAAF ATAS KEKELIRUAN DALAM TULISAN INI. Muhan. 081287600422.